KISAH ORANG SUKSES YANG BERAWAL DARI IKHLAS

KISAH ORANG SUKSES YANG BERAWAL DARI IKHLAS

Bagaimana bisa sebuah burger mengubah nasib Velly Kristanti dan
mampu hasilkan omset hingga milyaran rupiah per bulan?
Beginilah ceritanya.
Bermula dari Pondok Sayur Asem
Rumah makan Pondok Sayur Asem adalah usaha yang pernah
dirintis Velly Kristanti dan suaminya, Gatut Cahyadi, pada 2002 saat
masih berstatus pegawai kantoran. Namun, usaha rumah makan
itu tidak terlalu sukses, ia pun sempat frustrasi.
Tahun 2004, Velly dan suami terjun bebas melepaskan status
pegawai dan mendirikan bisnis advertising syariah dan gagal lagi.
Kemudian, bisnis IT juga pernah dilakoninya dan setali tiga uang,
kesuksesan belum juga menghampiri.
Hingga sampai di titik nol dan satu-satunya yang mereka punya
hanya Pondok Sayur Asem di daerah Pekayon, Bekasi, yang sempat
tidak mereka pedulikan. Berawal dari situ, ide membuat makanan
untuk anak muda yang cepat, halal, dan nikmat pun terbersit dan
burger dipilih sebagai pilot project-nya.
Mengaku tak pernah belajar dari chef mana pun, Velly dan suami
menganalisis dan meracik sendiri visi burger mereka, tentunya
yang khas dan pas dengan lidah orang Indonesia.
Segala macam buku tentang burger dipelajari hingga akhirnya
Velly membuat sendiri burger yang Indonesia banget. Terbuat dari
roti yang lembut dan daging berurat serta saus spesial, burger
bikinan Velly ternyata digemari dan semakin laris dipesan. Intinya,
bikin orang jadi ‘klenger’!
Klenger Menjelajah Negeri
Nama ‘klenger’ diambil dari kosakata bahasa Jawa yang bisa
berarti ‘setengah mati’, atau ‘klepek-klepek’, namun, Velly lebih
suka mempersepsikan ‘klenger’ dengan analogi ‘tobat sambel’,
sudah tahu sambel pedas tapi mau lagi mau lagi. Begitulah nama
‘klenger’ akhirnya dikenal masyarakat, khususnya anak muda yang
menjadi target market Klenger Burger.
Selain nama yang gampang diingat serta rasa dan servis yang
memuaskan, Klenger Burger juga sukses dengan persebaran
outletnya yang pada tahun 2010 ini berupaya mencapai target 100
outlet di seluruh negeri. Tak heran, “Jelajah Negeri” jadi tema
Klenger Burger untuk tahun ini.
Sepertinya, target itu akan mudah tercapai mengingat hingga April
2010 ini, Klenger sudah mempunyai 63 outlet yang tersebar di
Jabotabek, Bandung, Kuningan, Bali, dan Medan.Selain itu, ada 8
outlet yang mau opening, serta tambahan 6 outlet yang sedang
dalam preparation juga.
Outlet Foodteran Klenger Burger di Bintaro
Dalam hal paten, Klenger Burger tak mau kalah cepat. Sejak lahir,
brand Klenger sudah dipatenkan atas nama Velly
Kristanti.Meskipun demikian, tiruan Klenger Burger ternyata sudah
merajalela dan Velly pun mewanti-wanti agar masyarakat dapat
dengan bijak memilah mana Klenger asli dan mana yang palsu.
Velly pun masih mengurus kasus tersebut lewat jalur hukum. Selain
hak paten, sertifikat halal dari MUI pun sudah dikantongi sejak
Klenger masih dibuat secara rumahan di Bekasi hingga Klenger
diproduksi massal dengan menggunakan mesin saat ini.
Logo Klenger Burger pun mempunyai filosofi yang tak kalah keren.
Kalau Anda biasa melihat tulisan merk burger ada di tengah-
tengah gambar burger, Klenger Burger menyajikan logo yang
berbeda.
Tulisan “Klenger Burger” ada di atas burger, yang artinya kurang
lebih, kita sebaiknya melihat segala sesuatu tak hanya dari
pandangan mata tapi dari segala aspek, istilah kerennya: Beyond
Burger.
Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung
Filosofi tersebut dianut Klenger untuk lebih dekat kepada
masyarakat. Untuk memperkenalkan burger dengan cita rasa
Indonesia, tak serta merta Klenger memaksakan rasa tertentu
kepada masyarakat.
Sebaliknya, pendekatan rasa dan budaya digunakan Klenger untuk
menarik market. Misalnya saja, di Medan, Klenger membuat menu
spesial, yaitu burger omelet yang sesuai dengan kebiasaan
masyarakat setempat yang sangat suka dengan telur.
Selain burger, Klenger juga memperkenalkan brand Pizza Kriuk,
Clemots Coffee, dan Kweker Fried and Grilled Duck. Pizza bikinan
Klenger juga masih bercita rasa Indonesia, misalnya saja pizza
balado dan pizza sate.
Klenger memang addict untuk membuat brand-brand baru di
bawah PT Kinarya Anak Negeri (KAN), perusahaan yang digawangi
Velly dan suami. Brand-brand ini pun mempengaruhi strategi
marketing Klenger ke masyarakat, dan tentunya investor yang
berminat menjadi Franchisee.
Kini, sudah ada Burins (Burger Instan) yang menganut konsep take
away, dapat ditemui di jaringan Alfa Express dan Circle K, 2K
(Klenger Kriuk) yang menyediakan menu burger dan pizza dengan
tempat buat kongkow yang asyik, Foodteran dengan konsep
kolaborasi Klenger Burger, Pizza Kriuk, dan Clemots Coffee dalam
satu area yang menyuguhkan pilihan variasi lengkap dengan
teknologi support Free WIFI.
Ujian Ibarat Semester Pendek
Ibarat semester pendek saat kuliah, Velly merasakan ujian yang
menimpanya dalam waktu singkat telah membawa begitu banyak
pelajaran berharga. Dari ditipu orang, modal habis-habisan, sampai
frustrasi, membuat Velly dan suami belajar ikhlas dan mencoba
bangkit dari keterpurukan.
Percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin serta kesuksesan itu
bukan suatu proses yang instan adalah resep Velly dalam
menggodok bisnisnya. Meski bisnisnya berkembang pesat, Velly
merasa belum di puncak sukses. Ibu dari Raka dan Zahra lulusan D3
Sastra Belanda FIB UI ini masih merasa banyak PR yang harus
dikerjakannya.
Mulai dari maintenance outlet, training SDM, hingga
pengembangan usaha. Soal tawaran dari luar negeri, Velly
mengaku, telah menampik tawaran tersebut karena ingin berjaya
di negeri sendiri baru menginjakkan kaki di negeri orang.
Outlet Klenger Burger diklasifikasikan menjadi tiga kelas, yaitu
Green Box, Yellow Box, dan Red Box. Untuk Outlet Green Box,
omset yang diraup Klenger dapat mencapai lebih dari Rp2 juta/
hari, Yellow Box Rp1—Rp1,5 juta/hari, Red Box kurang dari Rp1
juta/hari.
Sementara outlet yang baru dibuka digolongkan di Blue Box yang
butuh penanganan khusus serta ada pula Black Box yang
merupakan golongan outlet yang perlu direlokasi dan ditinjau
kembali.
nama:Muhyiddin Fahmi Arshad
kelas: X-9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s